Jasa Konsultan Manajemen Bisnis, SOP, HR Consultant, Business Strategy, ISO

Konsultan Manajemen Bisnis: 2009 Mei 21

Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis (Feasibility Study of Business )

Dalam memulai sebuah usaha baik itu dalam bidang manufacturer ataupun jasa hal yang wajib dilakukan adalah melakukan studi kelayakan bisnis atau biasa disebut Feasibility Study, hal ini sangatlah penting karna dengan melakukan Study kelayakan bisnis maka resiko-resiko bisnis yang akan terjadi dikemudian hari akan bisa di tanggulangi atau minimal resiko kerugian yang terjadi tidak terlalu besar. Dengan melakukan Study kelayakan Bisnis maka gambaran menyeluruh terhadap bisnis yang akan direncakan dapat dipetakan, apakah bisnis yang akan dijalani itu layak atau tidak baik dilihat dari sisi prospek bisnis maupun competitor serupa, apakah secara sistem manajemen baik keuangan, SDM dan manajemen pemasarannya sudah siap atau belum. Jika semuanya sudah di rancang dan dipersiapkan sedemikian rupa maka tentunya hal ini akan menjadi pondasi yang kuat dalam memulai bisnis dan tidak ragu dalam  berinventasi ke bisnis yang direncanakan. Perlu diingat, bahwa berinvestasi tidak hanya melibatkan jumlah ataupun nilai uang saja, tetapi juga sumber daya atau resources lainnya seperti Sumber Daya Manusia ( SDM ), Sumber Daya Alam serta sarana & prasarananya. Dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang ini , sangat diperlukan perencanaan dan alokasi sumber daya tersebut agar lebih efektif & efisien sehingga investasi tidak akan sia – sia. Sebelum melakukan Investasi sangat penting melakukan study kelayakan karena study kelayakan merupakan alat ukur manajemen yang sangat penting dan kritis untuk penentuan keputusan, perencanaan laba, dan keputusan pembiayaan/pendanaan. Ada 3 ( tiga ) Tahapan penting yang harus dilakukan dalam Study kelayakan Usaha yaitu dengan melakukan :

1.   Identifikasi
      Calon Investor harus melakukan Pengamatan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman usaha sehinga Investasi benar – benar tepat sasaran.

2.   Penilaian
      Calon Investor harus bisa melakukan analisa dan menilai dari beberapa aspek seperti :
a. Aspek Pasar, yang mencakup Jumlah permintaan, Penawaran, Besaran Harga, StrategiPemasaran, Perkiraan Penjualan serta market sharenya
b. Aspek Keuangan, yang mencakup Dana Investasi, Proyeksi Keuangan, Sumber - sumber pembelanjaan, Perkiraan Penghasilan, perkiraan biaya, serta perkiraan rugi laba, dll
c. Aspek Ekonomi & Sosial , yang mencakup Dampak usaha / proyek terhadap Negara ataupun masyarakat, Ketenagakerjaan, Pengaruh Usaha terhadap usaha yang sudah ada / industri lain Serta aspek lain yang sifatnya social seperti dampak lingkungan, dll
d. Aspek hukum , yang Mencakup Bentuk Badan Hukum yang dipakai, Jaminan – Jaminan yang bisa disediakan jika ada sumber dana yang berasal dari pinjaman, Sertifikat, Akta serta Ijin - Ijin yang diperlukan

3.      Perumusan
Calon Investor harus bisa menterjemahkan kesempatan investasi kedalam suatu rencana usaha yang konkret.

Alasan Study kelayakan / Feasibility Study wajib dilakukan sebelum memulai usaha bisnis :
1.      Memberikan arah yang jelas dan fokus terghadap rencana investasi
2.      Dapat memberikan gambaran terhadap layak atau tidak bisnis itu dijalankan
3.      Identifikasi awal resiko yang akan terjadi
4.      ersedianya informasi yang akurat sesuai kondisi dilapangan bagi pengambil keputusan
5.      Sebagai bahan penarik para investor, dll

Study kelayakan bisnis / Feasibility Study merupakan langkah penting dalam membangun/memulai usaha dan berinventasi. Jika Feasibility Study dilaksanakan secara tepat pasti akan memberikan hasil investasi yang memuaskan sesuai yang diharapkan.


Bookmark and Share


KONSULTAN IT | TEKNOLOGI INFORMASI

Kami perusahaan Jasa Konsultan IT yang sudah berpengalaman dan didukung oleh tenaga – tenaga Konsultan yang Handal & berpengalaman diberbagai bidang jasa ataupun Industri.
Service kami antara lain :

1. IT Master Plan
2. Business Process Mapping,
3. Business Requirement Definition,
4. Information Systems Evaluation & Assessment,
5. Enterprise Resources Planning - ERP Implementation
6. Accounting Information System
7. Computer And Networking Troubleshooting
8. Computer Application for Filling System
9. Computer Application for Logistic Management
10. Computer Office Automation and Professionalism
11. Database Using Oracle
12. E-Filling for SPT Masa PPn
13. E-Filling Using Microsoft Visual FoxPro
14. HRD Based on Information Technology
15. Komputer Akuntansi
16. Kesekretarisan Modern Berbasis Komputer
17. Lokal Area Network
18. Linux Officer
19. Pengolahan Database
20. Sistem Informasi Berbasis Komputer

Jika Bapak / Ibu membutuhkan jasa Konsultan IT dapat menghubungi kami di :

Yoyo Subagyo / HP. 08159767636
Email : yoyosoko@yahoo.com

Bookmark and Share


Strategi Bisnis Berbasis Teknologi Informasi (IT )

Strategi pengembangan IT harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang ada dalam perusahaan. Penyelarasan antar bisnis strategi dengan teknologi informasi (IT) merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensi. Seringkali keputusan untuk melakukan pengembangan dibidang teknologi informasi hanya didasarkan pada kemampuan sebuah perangkat lunak yang canggih tanpa melihat lebih jauh apakah perangkat lunat tersebut telah sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam jangka panjang.

Perusahaan yang berhasil melakukan integrasi antar teknologi dengan strategi bisnis menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Penyelarasan strategi bisnis dan IT digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan suplier, dan menciptakan produk dan solusi bisnis baru. Kegagalan dalam melakukan penyelarasan ini dapat mengakibatkan peningkatan biaya dan kehilangan kesempatan. Strategi sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Strategi merupakan arahan dan ruang lingkup dari perusahaan dalam jangka panjang yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan melalui penggunaan sumber daya yang ada dalam lingkungan yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi harapan dari para stakeholder.

Setiap perusahaan tentunya akan memerlukan penggunaan IT secara berbeda sesuai dengan strategi yang diterapkan. Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan,yaitu :
1. Proses bisnis perlu dilakukan modifikasi agar sesuai dengan IT yang digunakan, atau
2. Melakukan penyesuaian atau kustomisasi terhadap IT.

IT memegang peranan penting dalam mewujudkan strategi bisnis. Sebuah organisasi yang telah mengadopsi teknologi informasi ke dalam proses bisnis yang dilakukannya, tentunya akan ikut memikirkan peranan yang akan dilakukan oleh IT. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan IT untuk menjalankan operasi sehari – hari agar dapat berjalan dengan baik dan efisien. Ada juga perusahaan yang menggunakan IT sebagai enabler untuk menciptakan kesempatan – kesempatan baru yang mungkin tidak akan dapat dilakukan tanpa dukungan IT. Serta IT juga digunakan sebagai cara baru untuk mengatur fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi. Peranaan IT dalam organisasi ini juga akan mempengaruhi penyelarasan yang terjadi dalam perusahaan.

Peranan IT dalam organisasi yaitu:
1. Memegang peran konservatif sebagai pendukung dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan teknologi IT yang sudah terbukti dan matang.
2. Memegang peran yang kritis dan penting dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan dan menginvestasikan pada teknologi IT terkini.
3. Memegang peran sebagai inovator dalam bisnis. Perusahaan ini berkompetisi dalam dunia usaha yang sangat tergantung pada teknologi dan menggunakan IT sebagai alat dalam berkompetisi (competitive weapon).

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang menggunakan IT sebagai peran yang kritis dan inovatif cendrung untuk lebih selaras dari pada perusahaan yang menggunakan IT secara konservatif. Perusahaan seperti itu juga menganggap IT sebagai investasi yang penting yang akan mempengaruhi performa perusahaan di saat ini dan di masa yang akan datang.