Jasa Konsultan Manajemen Bisnis, SOP, HR Consultant, Business Strategy, ISO

Konsultan Manajemen Bisnis: 2014

Panduan Menyusun SOP



Pengertian SOP dan Manfaat serta Tujuan SOP





Standard Operating Procedure (SOP) adalah merupakan satu set instruksi tertulis yang di gunakan untuk  kegiatan rutin atau aktiviatas yang berulang  dilakukan  oleh sebuah organisasi. Pengembangan dan penggunaan  SOP merupakan bagian integral dari sebuah sistem mutu yang sukses karena menyediakan individu dengan informasi untuk melakukan pekerjaan dengan benar, dan memfasilitasi konsistensi dalam kualitas dan integritas produk atau hasil akhir. Istilah "SOP" terkadang  dalam pemahamannya berbeda-beda ada yang mengartikan SOP sebagai Instruksi kerja, petunjuk pelaksanaan pekerjaan, petunjuk teknis, Prosedur kerja, prosedur standar operasi, pedoman dan lain-lain, namun pada prinsipnya SOP merupakan sebuah acuan kerja yang baku yang bisa/ dapat mempermudah pelaksanaan pekerjaan serta mempermudah dalam mengontrol/mengendalikan kegiatan operasional. SOP menggambarkan kedua elemen operasional program teknis dan fundamental dari suatu organisasi yang biasanya  dikelola di bawah rencana kerja atau Quality Assurance (QA). Dalam Internasioanal Of Standars ( ISO 9001 - sistem manajemen mutu  ) SOP merupakan nyawa dari sistem manajemen tersebut dan biasanya di istilahkan dengan dokumen level dua. SOP dalam sistem manajemen SOP di sebut sebagai pedoman, prosedur, instruksi kerja.  Disebut pedoman karena SOP dapat menjelaskan sebuah kebijakan manajemen sebuah perusahaan terkait penerapan suatu sistem manajemen, contoh pedoman kesehatan dan keselamatan kerja, dll. SOP disebut prosedur karena SOP menjelaskan aturan/instruksi yang berlaku umum untuk semua bagian didalam sebuah organisasi serta menjelaskan alur kerja yang melibatkan beberapa bagian/fungsi dalam sebuah organisasi, misal Prosedur pembelian, prosedur penjualan, prosedur penanganan order,dll.  SOP disebut intruksi / standard/petunjuk  karena dalam SOP berisi aturan atau langkah-langkah dalam melakukan suatu aktifitas tertentu yang spesifik, misalnya istruksi pengopersian mesin, standar penyimpanan material, dll.

Siapa yang membuat SOP?

Cara membangun sistem Holding Company

Dalam Pengembangan bisnis dan untuk menguatkan jaringan bisnis banyak strategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia, salah satu strategi yang banyak digunakan adalah dengan mengunakan konsep  strategi diversifikasi ( Diversification Strategy ), baik diversifikasi konsentris, horizontal maupun diversifikasi konglomerasi.  Dari berbagai konsep strategi tersebut banyak pilihan jatuh pada konsep strategi diversifikasi konglomerasi, dan untuk mendorong agar strategi konglomerasi ini lebih efektif serta sasaran dan target yang diinginkan tercapai maka membentuk Holding Company ( perusahaan Induk ) adalah cara yang tepat. Kenapa holding company?

Pentingnya SOP untuk pengembangan Bisnis

Seperti yang saya tuliskan di postingan sebelumnya bahwa bicara  bisnis tidak hanya bicara keuntungan semata, namun bicara bisnis tidak bisa dilepaskan dengan sistem manajemen, dengan sistem manajemen yang baik dalam pengelolaannya maka bisnis akan berjalan dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan. Bisnis akan berpeluang  berkembang lebih cepat  dengan sistem manajemen yang baik dibanding dengan yang tidak dibangun dengan sistem, ketika bisnis hanya berorientasi pada keuntungan semata maka bisnis tersebut  ibarat balon, ia mungkin bisa besar namun rapuh. Untuk mengembangkan sebuah bisnis dibutuhkan strategi dan didukung oleh sistem manajemen yang baik, namun demikian perlu di sadari bahwa tidak semua bisnis itu bisa dikembangkan. Terkadang dalam berbisnis ekspetasi manusia terlalu jauh namun tidak disadari bahwa sebenarnya orang terjebak pada ekspetasinya sendiri. Hal ini dikarenakan ekspetasi merupakan alam ideal manusia semua serba indah sedangkan dalam berbisnis itu berada dalam alam nyata dimana semua ditentukan oleh bagaimana cara memperlakukannya. 

Risk Management / Manajemen Resiko

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Risk Management ( Manajemen Risiko ) terlebih dahulu kita uraikan sedikit tentang istilah risiko itu sendiri. Segala aktifitas pastilah mempunyai resiko, suatu risiko akan berpotensi besar terjadi ketika kurang tersedianya informasi yang cukup dari suatu proses kegiatan. Secara umum risiko merupakan suatu keadaan yang dihadapi suatu organisasi / perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan yang mana hal ini akan dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi tersebut.

Lalu apa yang dimaksud dengan Risk Management ( Manajemen Resiko) ?