Jasa Konsultan Manajemen Bisnis, SOP, HR Consultant, Business Strategy, ISO

Konsultan Manajemen Bisnis: 2011

Manajemen Laboratorium - ISO 17025

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di akhir milenium ke-2 ini membawa dampak terhadap tatanan kehidupan dunia pada awal milenium ke-3. Perubahan yang cepat dan mendasar terjadi dalam kehidupan di segala bidang yang menuntut kebebasan interaksi antar kehidupan di dunia tanpa mengenal batas negara. Hal ini meningkatkan persaingan di pasar internasional. Meningkatnya persaingan ini berpengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah satunya standard mutu laboratorium ISO 17025 :2005 . Tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan menuntut laboratorium penguji untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah.
Audit dan sertifikasi ISO 17025 :2005 pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2008 tetapi pada ISO 9001:2008 tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil uji atau kalibrasi yang absah dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan bahwa laboratorium tsb. mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium ISO 9001:2008. Fokus dari sistem ini adalah dengan memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium dalam OECD (Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium Practice) ISO 9001:2008 sebagai jaminan mutunya.
Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :
  • Sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
  • Kalibrasi dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
  • Sistem jaminan mutu yang sesuai
  • Teknik pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
  • Mampu telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional / internasional
  • Sistem dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
  • Sarana dan lingkungan kerja pengujian
Keuntungan dari penerapan sistem manajemen ISO 17025 :2005 adalah :
  • Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
  • Memudahkan penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil kalibrasi dan hasil uji antar negara
  • Memudahkan kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurny
Untuk KONSULTASI & TRAINING ISO bisa menghubungi:
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Training SOP




Standard Operating Procedure ( SOP ) merupakan langkah operasional untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat ,tepat dan efektif, SOP mengatur apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan secara disiplin diterapkan dalam rangka improvemen perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan pekerjaan. JIka Bapak/Ibu ingin mengetahui cara menyusun / membuat SOP , kami tawarkan program training SOP yang bisa dilaksanakan secara private ataupun In-House training.
Untuk Informasi Training SOP dan Konsultasi Penyusunan SOP hubungi :
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

PENTINGNYA ANALISIS JABATAN DALAM SISTEM MANAJEMEN KINERJA

Mempunyai tenaga kerja Terampil, Profesional, berprestasi merupakan dambaan setiap perusahaan. Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM) sangat menentukan kinerja dan pengembangan perusahaan dimasa datang. Kesadaran akan arti penting kualitas dan produktivitas SDM akan mampu membawa perusahaan dalam persaingan usaha yang semakin ketat seperti sekarang ini. Oleh karnanya dibutuhkan suatu system Manajemen Kinerja yang mampu mendeteksi dan melihat kualitas dari para SDM yang dimiliki, sehingga dalam penempatan SDM pada suatu departemen / divisi itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . System Manajemen Kinerja dapat menjadi sumber untuk pengelolaan SDM di perusahaan dimana hasil yang akan didapat adalah bisa membantu perusahaan untuk merencanakan dan melaksanakan program – program lain dengan lebih tepat, cepat dan efektif.

Sumber daya yang terampil & kompeten yang dimiliki oleh suatu perusahaan merupakan kunci sukses daripada tumbuh kembangnya sebuah perusahaan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sistem yang baik sehingga tidak salah orang dalam memberikan wewenang & tanggung jawab atas suatu jabatan yang diembannya. Sebelum seseorang menduduki sebuah jabatan dan mampu melaksanakan tugas & fungsinya dengan baik diperlukan sistem yang mampu mengindentifikasi terhadap lingkup pekerjaan, apa saja yang harus dilakukan, bagaimana melakukan pekerjaan tersebut dan yang lebih penting menentukan/ memilih SDM yang layak menduduki jabatan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut suatu perusahaan haruslah memiliki standard-standard pekerjaan yang baku yang mampu mengindentifikasi kriteria ketrampilan, pendidikan, dan pengalaman yang dibutuhkan. Hal yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan/organisasi dalam mengindentifikasi atau mengetahui jenis pekerjaan, apa saja yang harus dikerjakan serta SDM yang seperti apa yang tepat melakukan pekerjaan itu dibutuhkan suatu analisis pekerjaan atau biasa disebut dengan ANALISA JABATAN. Analisa jabatan merupakan cara yang sistematis yang mampu mengindentifikasi serta menganalisa persyaratan apa saja yang diperlukan dalam sebuah pekerjaan serta personel yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan sehingga SDM yang dipilih mampu melaksanakan pekerjaan itu dengan baik. Dari hasil analsisa Jabatan tersebut maka perusahaan akan mampu menentukan karateristik seperti apa yang harus dimiliki calon pegawai sebelum menduduki sebuah jabatan, biasanya outputnya berupa spesifikasi jabatan dan deskripsi pekerjaan atau yang biasa disebut jobdesc. Dimana dalam jobdesc tersebut memuat tugas, fungsi, wewenang & tanggung jawab seorang pegawai. Sedangkan dalam spesifikasi jabatan memuat siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut serta apasaja persyaratan yang dibutuhkan terutama yang menyangkut masalah skill individu.

Untuk Informasi & Konsultasi lebih detail mengenai ANALISA JABATAN & System Manajemen Kinerja, dapat menghubungi :
Bp. Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Manfaat dan pentingnya 5S untuk perusahaan

MANFAAT 5S / 5R
( SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE )

Salahsatu keberhasilan kinerja suatu perusahaan dinilai dari kondisi lingkungan ditempat kerja, perusahaan yang mempunyai kinerja yang buruk dapat dilihat dari situasi kerja yang tidak teratur, banyaknya barang riject arau rework, nilai absensi karyawan yang buruk dsb. Untuk menanggulangi hal tersebut supaya tidak terjadi di perusahaan adalah dengan cara menerapkan 5S / 5R, karna 5S / 5R merupakan sistem manajemen dalam memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di tempat kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. 5S / 5R merupakan indikator pertama untuk menilai baik dan buruknya kinerja sebuah perusahaan
Pada prakteknya penerapan 5S / 5R tidaklah sulit, tetapi banyak perusahaan / organisasi yang gagal menerapkan 5S / 5R ini, banyak fungsional perusahaan bahkan pimpinan yang tidak memahami makna dan tujuan sesungguhnya dari 5R/5S ini, Mereka beranggapan bahwa 5R/5S menjadi tanggung jawab karyawan saja. Padahal keberhasilan penerapan 5R /5S berhubungan dengan seluruh sumber daya manusia dalam organisasi, dari pimpinan puncak hingga perkerja paling bawah. Sikap dan budaya kerja yang baik dan bertanggung jawab harus dicerminkan dari level paling atas hingga level bawah di perusahaan /organisasi. 5R/5S tidak akan pernah berhasil diterapkan jika pimpinan sendiri tidak memberikan contoh yang baik dan benar dalam penerapannya.
Apakah 5R/5S itu?
Dalam bahasa jepang berarti seiri, seiton,seisi, seiketsu, shisuke. Dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai 5S yang berarti Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. 5R/5S dirancang untuk menghindari pemborosan dengan mengutamakan perilaku positif dari setiap orang dalam perusahaan.

Seiri atau Ringkas
Berarti mengatur segala sesuatu, memilih sesuatu dengan aturan atau prinsip tertentu. Membedakan yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas dan menerapkan menejemen stratifikasi untuk membuang yang tidak diperlukan.
Seiton atau rapi
Berarti menyimpan barang pada tempat yang tepat dengan tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Hal ini berguna untuk menghilangkan proses pencarian yang rumit, jika sesuatu disimpan di tempatnya maka tempat akan kelihatan rapi dan memudahkan dalam setiap pencarian sesuatu.
Seiko atau Resik
Berarti membersihkan barang – barang dari kotoran atau tempat kerja dari barang- barang yang tidak diperlukan

Seiketsu atau Rawat
Berarti memelihara serta merawat barang-barang sehingga tahan lama dan awet untuk digunakan, jika kita bisa merawat dan memelihara barang-barang dengan baik maka jelas efisiensi perusahaan akan tercapai dan manfaatnya bisa dirasakan bersama.
Shisuke atau Rajin
Berarti pelatihan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar sebagai suatu kebiasaan.

Keuntungan penerapan 5R/5S :
  1. Menciptakan tempat kerja yang baik dengan prinsip Kaizen / Contiual Improvement ( berkesinambungan )
  2. 5R/5S sebagai barometer manajemen perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang
  3. Perusahaan sebagai alat penjualan: promosi bukan dengan kata-kata tetapi dengan bukti di lingkungan tempat kerja
  4. 5R/5S sebagai ilmu perilaku, perbuatan lebih menyakinkan daripada kata-kata
  5. Menggunakan pengalaman di perusahaan untuk membersihkan batin; mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi
  6. menggugah tanggung jawab setiap orang ditempat kerja
  7. 5R/5S sebagai falsafah manajemen
  8. 5R/5S sebagai sasaran utama produktifitas

Untuk Konsultasi & Pelatihan tentang 5S bisa hubungi:
Yoyo Subagyo / 08159767636

MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN - ISO 22000


ISO 22000 : 2005

SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN

Perkembangan industri pangan dewasa ini meningkat dengan sangat pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut banyak ditemui masalah yang berkaitan dengan “food borne illness” atau penyakit yang disebabkan karena makanan. Di negara Eropa dan Amerika, permasalahan ini telah diantisipasi dengan menerbitkan suatu metode untuk melakukan risk analysis / analisa resiko terhadap bahaya yang disebabkan oleh makanan dalam proses penyediaannya. Metode tersebut disebut HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points) dan setiap organisasi yang menjual produknya di Eropa dan Amerika, mereka wajib memenuhi persyaratan tersebut. Namun pada kenyataannya, metode ini hanya sekedar berfungsi untuk risk analysis saja. Sedangkan kebutuhan dunia industri pada umumnya dan industri makanan pada khususnya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dari kinerja organisasi sehingga dapat meningkatkan profit margin dan efisiensi organisasi. Tentunya tidak lepas dari bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan. Memang ada solusinya, yaitu dengan menerapkan ISO 9001. Namun adanya dua sistem yang saling terpisah di dalam satu tubuh organisasi tentunya menyulitkan bagi organisasi dalam memelihara kedua sistem tersebut. Berdasarkan kebutuhan ini, dunia international sepakat untuk menerbitkan satu sistem baru yang mencakup HACCP dan ISO 9001 serta beberapa sistem lain yang sejenis dari standard berbagai negara di Eropa dan Amerika. Ini juga menjadi solusi bagi banyak industri yang melakukan eksport ke Eropa dan Amerika dimana selama ini mereka menghadapi banyak persyaratan dari berbagai negara yang masing-masing menetapkan persyaratan sesuai dengan kebutuhan negaranya. Sistem tersebut adalah ISO 22000:2005 yang penyusunannya dimulai sejak Juni 2002 dan diterbitkan pada akhir tahun 2005. Adapun ruang lingkup ISO 22000:2005 lebih luas dari HACCP, dimana ISO 22000:2005 diterapkan pada keseluruhan rantai makanan baik untuk food maupun feed (pakan ternak) dari hulu produk hingga ke hilir produk, mulai dari farm (pertanian / peternakan) hingga makanan siap saji.
ISO 22000:2005 berisi standard / elemen yang memungkinkan organisasi / industri dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continual improvement) sekaligus menjamin keamanan produknya untuk dikonsumsi.


Perbedaan ISO 9001, HACCP dan ISO 22000:2005 :
Perbedaan
HACCP
Model Sistem
Model jaminan proses secara global
Analisa risiko
Model jaminan proses dan analisa resiko
Lingkup Pengendalian
Mencakup ke sistem manajemen secara global tidak termasuk persyaratan teknis
Tidak mencakup ke pengendalian sistem manajemen tetapi hanya ke persyaratan teknis saja
Mencakup pengendalian terhadap sistem manajemen dan terhadap persyaratan teknis
Penerapan
General. Dapat diterapkan oleh setiap jenis industri.
Spesifik. Hanya diterapkan untuk industri pangan (tidak termasuk pengendalian di industri pakan ternak yang menjadi pendukung bagi industri pangan)
Spesifik. Diterapkan di semua industri pangan dan pakan ternak yang terkait dengan industri pangan
Sertifikasi
Sertifikat ISO 9001
Sertifikat HACCP
Sertifikat ISO 22000:2005 sudah termasuk di dalamnya ISO 9001 dan HACCP
Biaya
Lebih mahal jika diwajibkan sertifikasi untukISO 9001 dan HACCP (2 kali sertifikasi)
Lebih mahal jika diwajibkan sertifikasi untuk ISO 9001 dan HACCP (2 kali sertifikasi)
Lebih murah karena hanya 1 kali sertifikasi sudah mencakup sistem ISO 9001 dan HACCP
Pemeliharaan
Memakan waktu, tenaga dan biaya lebih besar jika diwajibkan untuk pemisahan sertifikasi antara ISO 9001 dan HACCP.
Catatan : jika terpisah akan ada 2 kali internal audit, 2 kali surveillance audit dan 2 kali Rapat Tinjauan Manajemen
Memakan waktu, tenaga dan biaya lebih besar jika diwajibkan untuk pemisahan sertifikasi antara ISO 9001 dan HACCP.
Catatan : jika terpisah akan ada 2 kali internal audit, 2 kali surveillance audit dan 2 kali Rapat Tinjauan Manajemen
Waktu, tenaga dan biaya lebih murah karena sistem ISO 9001 dan HACCP sudah terintegrasi
Apabila bapak / ibu membutuhkan Konsultan ISO 22000:2005, HACCP, GMP, hubungi kami:
YOYO SUBAGYO/ Hp. 0815 9767636

MANAJEMEN KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA

Perkembangan indutri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, sepertiperusahaan oli & gas, industry bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dsd. Sejalan dengan hal ini maka industry – industry yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerjannya agar dapat menurunkan dampak lingkungan. Sikap kritis dari masyarakat dunia juga mendorong industry yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu system pengelolaan yang aman bagi pekerjannya. Latar belakang inilah yang melandasi pembentukan OHSAS 18001 oleh Organisasi Internasonal. OHSAS 18001 di akomodasikan untuk pengendalian operasional proses yang aman bagi pekerja. Dan hal inilah pula yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem K3 serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3L .

Untuk menerapkan system ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

1. Tahap Indentifikasi Awal OHSAS 18001

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

2. Tahap Persiapan dan Implementasi OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :
a. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya
b. Organisasi, sumberdaya dan training
c. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.
d. Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja
e. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
f. Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.
g. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan
h. Tindakan darurat
i. Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

3. Tahap Penilaian Kinerja Proses OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.


Keuntungan dari Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan OHSAS 18001 adalah :

1. Perlingdungan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan
2. Mengurangi resiko kecelakaan
3. Motivasi karyawan lebih tinggi
4. Pengurangan biaya operasi dan biaya kecelakaan kerja
5. Meningkatkan Citra & Image perusahaan
6. Mengurangi Pembayaran asuransi, dll

Untuk Konsultasi OHSAS 18001 segera hubungi :
Yoyo Subagyo / HP. 0815 9767636