Jasa Konsultan Manajemen Bisnis, SOP, HR Consultant, Business Strategy, ISO

Konsultan Manajemen Bisnis

Meningkatkan Produktifitas Kerja



Produktivitas kerja sebenarnya mencakup tentang suatu sikap  mental yang selalu mempunyai pandangan kehidupan mengenai  pelaksanaan kinerja dalam suatu perusahaan dimana dalam bekerja  untuk hari ini diharapkan lebih baik dari hari kemarin  begitu juga sistem kerjanya seseorang selalu mencari perbaikan - perbaikan dengan berfikir dinamis, kreatif serta terbuka. Pada prinsipnya produktivitas kerja merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Produktifitas kerja sebagai suatu ukuran mengenai apa yang diperoleh dari apa yang dibutuhkan. Produktivitas kerja mempunyai dua dimensi, yaitu efektivitas yang mengarah pada pencapaian kinerja yang maksimal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua adalah efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.  Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja  diantaranya yaitu dengan  meningkatkan operasional, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan riset dan pengembangan, sehingga organisasi dapat menghasilkan ide produk baru maupun metode - metode operasi yang lebih baik. Selain itu langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan produktifitas adalah meningkatkan keterlibatan karyawan hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan komitmen dan semangat kerja. Keterlibatan juga menjadi dasar pengendalian kualitas kerja dari karyawan.
Produktifitas kerja karyawan dipengaruhi banyak faktor, diantaranya kemampuan; kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan menambah kemampuan tenaga kerja. Sikap; yang menyangkut tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja. Situasi dan keadaan lingkungan; faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistem kompensasi yang ada. Motivasi; tiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas. Upah; upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Tingkat pendidikan; latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karena perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja. Perjanjian kerja; merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan sebaiknya ada unsur – unsur peningkatan produktivitas kerja. Penerapan teknologi; kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas.

Arti sebuah kualitas Produk


 Istilah "kualitas" memiliki arti relatif. kualitas bisa diartikan sebagai keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture , dan maintenance, dimana produk dan jasa tersebut dalam pemakaianya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Dalam standard ISO definisi quality ( kualitas ) adalah Totalitas fitur dan karakteristik dari suatu produk atau jasa yang ditentukan pada kemampuannya untuk memberikan kepuasan dalam memenuhi sebuah kebutuhan yang di persyaratkan". Dengan kata sederhana, dapat dikatakan bahwa produk memiliki kualitas yang baik ketika sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Client. Bila diproyeksikan pada pekerjaan analitis, kualitas dapat didefinisikan sebagai pengiriman informasi yang dapat dipercaya dalam suatu rentang waktu yang disepakati dalam kondisi yang disepakati, dengan biaya yang disepakati, dan dengan maintenance yang diperlukan. Yang dimaksud dengan kondisi yang disepakati, harus mencakup spesifikasi untuk ketepatan dan keakuratan data yang berhubungan langsung dengan kesesuaian penggunaan dan yang mungkin berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Banyak perusahaan yang tidak mampu mengevaluasi dan menjelaskan kualitas produk secara detail yang dihasilkan dikarenakan tidak adanya prosedur baku yang digunakan dalam proses bisnisnya dalam menghasilkan sebuah produk.

Konsultan Pembenahan Manajemen - MEMAHAMI 3 ASPEK PENTING MEMBANGUN SISTEM MANAJEMEN


Di Indonesia Kebanyakan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis usahanya  hanya berdasarkan pengalaman tanpa didasari oleh sebuah sistem manajemen  yang baik dalam pengelolaan sistem dan menjalankan operasional bisnisnya. Maka tidak heran jika banyak perusahaan di indonesia bertahan hanya beberapa tahun saja, seandaikan perusahaan itu bisa besar, besarnya itu hanya seperti balon yang bisa besar namun kosong isinya, ini  dikarenakan kebanyakan perusahaan tidak dibangun oleh sebuah sistem namun hanya dibangun berorientasikan dan atau mengejar keuntungan semata. Jika sudah begini bagaimana pelaku usaha bisa bersaing dengan para kompetitor yang mereka kuat karna sistem yang baik yang dimilikinya kalau dari sisi sistem manajemennya saja sudah tidak kuat. Para pelaku usaha biasanya akan menyadari pentingnya sebuah sistem manajemen ketika sebuah proses bisnis mengalami hambatan serta gejala-gelaja yang bisa menghambat produktifitas kerja seperti banyak reject, banyak keluhan pelangan, biaya produksi tinggi, proses produksi lama dan tidak efektif serta efisien. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan jika hal ini terjadi? Jawabnya tidak ada jalan lain kecuali bersama berkomitmen membangun sebuah sistem manajemen yang baik serta segera melakukan tindakan perbaikan yang nyata dari manajemen. Lalu dari mana memulainya? Berikut langkah – langkah dasar yang mudah dan tepat dalam memperbaiki serta mambangun sistem manajemen yang baik. Diantaranya :


Jasa Konsultan Analisa Jabatan - Job Analysis

Sebelum membahas lebih jauh tentang Analisa jabatan ( ( Job Analysis )  perlu diketahui terlebih dahulu Pengertian Jabatan, Sesuai dengan Peraturan menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Republik Indonesia No. PER.17/MEN/XI/2010, Jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab dan wewenang seseorang pegawai dalam perusahaan. sedangkan Analisis jabatan ( Job Analysis ) adalah kegiatan untuk memberikan analisis pada setiap jabatan/pekerjaan, sehingga dengan demikian akan memberikan pula gambaran tentang spesifikasi jabatan tertentu.  Dalam rangka mengetahui informasi tentang jabatan, maka perlu dilakukan analisis jabatan. Perencanaan tenaga kerja baru dapat dilakukan bila didukung oleh informasi yang lengkap tentang hasil analisis jabatan, kondisi perusahaan dan persediaan pegawai. Analisis jabatan perlu dilakukan sebagai tahap awal untuk menyusun perencanaan tenaga kerja di perusahaan. Melalui analisis jabatan ( Job Analysis ) diperoleh informasi mengenai karakteristik data kepegawaian, uraian tugas jabatan, persyaratan jabatan, spesifikasi jabatan dan klasifikasi jabatan.

Tujuan Analisis jabatan ( Job Analysis ) adalah untuk mengidentifikasikan jabatan terkait dengan riwayat pekerjaan, peran, tanggung jawab dan kewenagan orang yang memangku jabatan tersebut serta mengetahui spesifikasi jabatan terkait dengan persyaratan yang ditetapkan untuk suatu jabatan termasuk persyaratan pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan karakter yang dibutuhkan dari orang yang memangku jabatan tersebut. Hasil analisis jabatan tersebut digunakan dalam penyusunan program perencanaan tenaga kerja mikro antara lain untuk :
a.       Perekrutan dan seleksi karyawan.
b.      Pemberian kompensasi
c.       Standar penilaian kinerja atau prestasi kerja
d.      Penentuan kebutuhan
e.       Program promosi dan mutasi karyawan
f.        Penyempurnaan organisasi dan jenjang jabatan
g.       Pemerkayaan pekerjaan.

Unsur Analisis Jabatan ( Job Analysis )
Analisis jabatan memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan pekerjaan, perilaku manusia dan alat yang digunakan, dengan kata lain mencangkup.

a.      Uraian Jabatan ( Job Description )
      Uraian jabatan memuat informasi tertulis menguraikan tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan dan aspek-aspek pekerjaan pada suatu pekerjaan dalam perusahaan.

b.      Spesifikasi jabatan ( Job Spesification )
    Spesifikasi jabatan memuat informasi jabatan antara lain mengenai beban kerja, karakteristik dan kekhususan jabatan, sehingga dapat dirumuskan syarat kualifikasi yang harus dimiliki orang yang ditugaskan memangku jabatan tersebut
c.      Evaluasi Jabatan (Job Evaliation )
      Evaluasi jabatan memuat penilaian atas pekerjaan, antara lain tentang berat atau ringan serta mudah atau sulitnya melakukan pekerjaan, besar atau kecilnya resiko yang mungkin timbul untuk dapat menentukan posisi atau peringkat (rangking) setiap jabatan dikaitkan dengan jabatan lain, dan selanjutnya menentukan konpensasi bagi pejabat atau tenaga yang melaksanakan.


LANGKAH-LANGKAH ANALISIS JABATAN ( Job Analysis )
  
Ø      Menentukan pengunaan Informasi Hasil Analisis Jabatan
      Analisator harus mengetahui secara jelas kegunaan dari hasil analisis jabatan. Informasi dari analisis jabatan yang dikumpulkan tersebut harus dapat digunakan untuk merumuskan uaraian jabatan (job Description)m spesifikasi jabatan (job Specification) dan evaluasi jabatan (job Evaluation).

Ø      Mengumpulkan Informasi Tentang Latar Belakang.
Analisator perlu mengumpulkan dan mengkwalifikasikan data, meninjau latar belakang seperti struktur perusahaan, flowchart proses dan uraian kerja.


Ø      Menyeleksi jabatan Yang Akan Dianalisis.
Analisator memilih jabatan yang akan dianalisis dengan tujuan untuk menghemat biaya dan waktu jika banyak pekerjaan yang akan dianalisis

Ø      Mengumpulkan Informasi Tentang Analisis Pekerjaan.
Analisator menganalisis pekerjaan secara actual dengan menghimpun data tentang aktivitas pekerjaan, perilaku pegawai, kondisi kerja dan syarat-syarat pegawai yang akan melaksanakan pekerjaan.

Ø      Meninjau Informasi dengan Pihak-Pihak yang Berkepentingan.
Analisator menyediakan informasi tentang hakikat dan fingsi pekerjaan. Informasi harus diverifikasi oleh pengawai yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut dan atasan langsung dari pegawai tersebut.

Ø    Menyusun Uraian Jabatan (Job Description), Spesifikasi Jabatan (Job Specification) dan Evaluasi Jabatan (Job Evaluation).
Analisator menyusun uaraian jabatan, spesifikasi jabatan dan evaluasi jabatan.

Ø      Meramalkan Perkembangan Perusahaan.
Analisator meramalkan perlu tidaknya dilakukan pegayaan, penyederhanaan/perluasan pekerjaan dari uraian dan spesifikasi jabatan yang telah dibuat.

UNTUK INFORMASI & KONSULTASI Job Analysis  hub. : HP. 08159767636

Jasa Konsultan CSMS , Contractor Safety Management System | Konsultan K3LL | Consultant HSE


Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja - K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya.  Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem K3 serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3L/ CSMS .  Dokumen CSMS ( Contractor Safety Management System ) merupakan dokumen inti yang ada dalam sistem HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 ) yang biasanya dalam dokumen CSMS/K3LL itu berisi beberapa pertanyaan yang harus di jawab dan disediakan dokumennya oleh perusahaan. Contoh beberapa pertanyaan-dalam dokumen CSMS / K3LL:

1.     Leadership, Kepemimpinan dan Kebijakan K3L
        Dalam point ini yang harus perusahaan siapkan adalah :
        a.     Kebijakan Mengenai K3L yang terdokumentasi dan di sahkan oleh manajemen
        b.     Bagaimana cara mensosialisasikan K3L
        c.     Pejabat yang ditunjuk dalam penerapan K3L
        d.     Penjelasan keterlibatan manajemen terkait penerapan K3L
2.     Organisasi
        a.     Struktur Organisasi K3
        b.     Ketersediaan JOBDESC dan tanggung jawab masing – masing personil
        c.     HSE personil yang berkometen memandu dalam program K3
3.     Identifikasi Bahaya
        a.     Ketersediaan JSA ( Job Safety  Analysis )
        b.     Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
4.     Planing & Program
        a.     Program HSE untuk pelaksanaan proyek ( biasanya diminta melampirkan HSE Plan )
5.     Kopetensi & Training ( Sertifikasi keahlian )
        a.     lampiran Training matrik ( training analisa )
        b.     Sertifikat pelatihan/ training terhadap pekerja yang diterjunkan dilapangan
6.     Operasional Kontrol
        a.     ketersediaan SOP dalam mendukung operasi/pekerjaan
7.     Pemantauan, Pemeriksaan & Pengukuran
        a.     Pemeriksaan lingkungan kerja ( metode dan bukti pelaksanaan )
        b.     Tindak lanjut temuan inspeksi
        c.     Inspeksi alat kerja
        d.     Sertifikasi Alat yang dimiliki ( jika ada )
8.     Alat Pelindung Diri
        a.     Daftar APD ( alat pelindung diri )
        b.     Prosedur pengendalian serta perawatan APD
        c.     Pemastian pemberian APD kepada karyawan dan pemastian
9.     Emergency Evakuasi
        a.     Ketersediaan Prosedur Emergency & evakuasi
        b.     pelatiahan mengenai Emergency & evakuasi
10.  Occupational Health
        a.     Pemeriksaan kesehatan awal & berkala
11. Enviroment
        a.     Ketersediaan Prosedur pengendali tumpahan minyak atau bahan kimia
        b.     Prosedur pengolahan limbah yang dihasilkan
        c.     penanganan limbah B3 seperti tumpahan minyak, oli bekas, dll ( jika ada )
12. Dokumentasi
        a.     data  statistik kecelakaan kerja ( biasanya diminta 3 tahun kebelakang)
        b.     Perhitungan jam kerja / total jam kerja
        c.     Perhitungan statistik, frekuensi dan severity kecelakaan kerja
13. Sertifikasi
        a.     sertifikat penghargaan mengenai pencapaian jam kerja aman
        b.     Sertifikasi sistem manajemen HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 )

UNTUK KONSULTASI  penyusunan dokumen CSMS / K3L Untuk kebutuhan Tender KAMI LAKUKAN hanya dalam waktu 3-4 hari selesai dengan biaya yang sangat terjangkau.
Hub.: YOYO SUBAGYO / Hp. 08159767636

Konsultan MANAJEMEN ASET Berpengalaman


MANAJEMEN ASET

Aset merupakan sebuah kekayaan yang berbentuk barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Manajemen Aset sangat dibutuhkan oleh sebuah organisasi karena dengan adanya manajemen aset yang baik sebuah organisasi dapat memantau, menghitung aset-aset yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Manajemen aset tidak hanya untuk melihat asset mana saja yang dibeli dan berapa biayanya, asset mana yang digunakan dan bagaimana mereka dimanfaatkan, dimana ditempatkan, termasuk dalam biaya apa, tetapi juga membantu mencegah hilangnya atau pencurian dari asset tersebut agar dapat mengurangi biaya asuransi dan pembayaran pajak yang berlebih. Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum, padahal manajemen aset ini manfaat dan peranannya cukup besar dan tidak kalah dengan manajemen SDM maupun manajemen keuangan.
Manajemen Aset merupakan proses pengelolaan aset mulai dari perencanaan - pengadaan - pengoperasian - pemeliharaan dan penghapusan yang terus menerus dimonitor sehingga prosesnya berjalan dengan baik dan strategis dalam mendukung tercapainya tujuan suatu organisasi. Manajemen aset sangat berperan penting dalam menjaga kestabilan kondisi perusahaan khususnya kondisi keuangan. Manajemen Aset bertujuan mengontrol biaya pemanfaatan ataupun penggunaan aset dalam kaitan mendukung operasionalisasi sebuah organisasi.
Jika Perusahaan Bapak / Ibu membutuhkan Jasa Konsultan untuk Manajemen Aset , Audit Aset, penilaian aset yang berpengalaman dan di dukung oleh tenaga-tenaga yang professional silahkan menghubungi kami di:
YOYO SUBAGYO / Hp. 08159767636

Manajemen Laboratorium - ISO 17025

Manajemen Laboratorium - ISO 17025

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di akhir milenium ke-2 ini membawa dampak terhadap tatanan kehidupan dunia pada awal milenium ke-3. Perubahan yang cepat dan mendasar terjadi dalam kehidupan di segala bidang yang menuntut kebebasan interaksi antar kehidupan di dunia tanpa mengenal batas negara. Hal ini meningkatkan persaingan di pasar internasional. Meningkatnya persaingan ini berpengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah satunya standard mutu laboratorium ISO 17025 :2005 . Tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan menuntut laboratorium penguji untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah.
Audit dan sertifikasi ISO 17025 :2005 pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2008 tetapi pada ISO 9001:2008 tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil uji atau kalibrasi yang absah dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan bahwa laboratorium tsb. mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium ISO 9001:2008. Fokus dari sistem ini adalah dengan memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium dalam OECD (Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium Practice) ISO 9001:2008 sebagai jaminan mutunya.
Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :
  • Sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
  • Kalibrasi dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
  • Sistem jaminan mutu yang sesuai
  • Teknik pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
  • Mampu telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional / internasional
  • Sistem dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
  • Sarana dan lingkungan kerja pengujian
Keuntungan dari penerapan sistem manajemen ISO 17025 :2005 adalah :
  • Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
  • Memudahkan penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil kalibrasi dan hasil uji antar negara
  • Memudahkan kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurny
Untuk KONSULTASI & TRAINING ISO bisa menghubungi:
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Training SOP




Standard Operating Procedure ( SOP ) merupakan langkah operasional untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat ,tepat dan efektif, SOP mengatur apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan secara disiplin diterapkan dalam rangka improvemen perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan pekerjaan. JIka Bapak/Ibu ingin mengetahui cara menyusun / membuat SOP , kami tawarkan program training SOP yang bisa dilaksanakan secara private ataupun In-House training.
Untuk Informasi Training SOP dan Konsultasi Penyusunan SOP hubungi :
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636