Jasa Konsultan Manajemen Bisnis, SOP, HR Consultant, Business Strategy, ISO

Konsultan Manajemen Bisnis

Jasa Konsultan Analisa Jabatan - Job Analysis

Sebelum membahas lebih jauh tentang Analisa jabatan ( ( Job Analysis )  perlu diketahui terlebih dahulu Pengertian Jabatan, Sesuai dengan Peraturan menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Republik Indonesia No. PER.17/MEN/XI/2010, Jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab dan wewenang seseorang pegawai dalam perusahaan. sedangkan Analisis jabatan ( Job Analysis ) adalah kegiatan untuk memberikan analisis pada setiap jabatan/pekerjaan, sehingga dengan demikian akan memberikan pula gambaran tentang spesifikasi jabatan tertentu.  Dalam rangka mengetahui informasi tentang jabatan, maka perlu dilakukan analisis jabatan. Perencanaan tenaga kerja baru dapat dilakukan bila didukung oleh informasi yang lengkap tentang hasil analisis jabatan, kondisi perusahaan dan persediaan pegawai. Analisis jabatan perlu dilakukan sebagai tahap awal untuk menyusun perencanaan tenaga kerja di perusahaan. Melalui analisis jabatan ( Job Analysis ) diperoleh informasi mengenai karakteristik data kepegawaian, uraian tugas jabatan, persyaratan jabatan, spesifikasi jabatan dan klasifikasi jabatan.

Tujuan Analisis jabatan ( Job Analysis ) adalah untuk mengidentifikasikan jabatan terkait dengan riwayat pekerjaan, peran, tanggung jawab dan kewenagan orang yang memangku jabatan tersebut serta mengetahui spesifikasi jabatan terkait dengan persyaratan yang ditetapkan untuk suatu jabatan termasuk persyaratan pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan karakter yang dibutuhkan dari orang yang memangku jabatan tersebut. Hasil analisis jabatan tersebut digunakan dalam penyusunan program perencanaan tenaga kerja mikro antara lain untuk :
a.       Perekrutan dan seleksi karyawan.
b.      Pemberian kompensasi
c.       Standar penilaian kinerja atau prestasi kerja
d.      Penentuan kebutuhan
e.       Program promosi dan mutasi karyawan
f.        Penyempurnaan organisasi dan jenjang jabatan
g.       Pemerkayaan pekerjaan.

Unsur Analisis Jabatan ( Job Analysis )
Analisis jabatan memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan pekerjaan, perilaku manusia dan alat yang digunakan, dengan kata lain mencangkup.

a.      Uraian Jabatan ( Job Description )
      Uraian jabatan memuat informasi tertulis menguraikan tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan dan aspek-aspek pekerjaan pada suatu pekerjaan dalam perusahaan.

b.      Spesifikasi jabatan ( Job Spesification )
    Spesifikasi jabatan memuat informasi jabatan antara lain mengenai beban kerja, karakteristik dan kekhususan jabatan, sehingga dapat dirumuskan syarat kualifikasi yang harus dimiliki orang yang ditugaskan memangku jabatan tersebut
c.      Evaluasi Jabatan (Job Evaliation )
      Evaluasi jabatan memuat penilaian atas pekerjaan, antara lain tentang berat atau ringan serta mudah atau sulitnya melakukan pekerjaan, besar atau kecilnya resiko yang mungkin timbul untuk dapat menentukan posisi atau peringkat (rangking) setiap jabatan dikaitkan dengan jabatan lain, dan selanjutnya menentukan konpensasi bagi pejabat atau tenaga yang melaksanakan.


LANGKAH-LANGKAH ANALISIS JABATAN ( Job Analysis )
  
Ø      Menentukan pengunaan Informasi Hasil Analisis Jabatan
      Analisator harus mengetahui secara jelas kegunaan dari hasil analisis jabatan. Informasi dari analisis jabatan yang dikumpulkan tersebut harus dapat digunakan untuk merumuskan uaraian jabatan (job Description)m spesifikasi jabatan (job Specification) dan evaluasi jabatan (job Evaluation).

Ø      Mengumpulkan Informasi Tentang Latar Belakang.
Analisator perlu mengumpulkan dan mengkwalifikasikan data, meninjau latar belakang seperti struktur perusahaan, flowchart proses dan uraian kerja.


Ø      Menyeleksi jabatan Yang Akan Dianalisis.
Analisator memilih jabatan yang akan dianalisis dengan tujuan untuk menghemat biaya dan waktu jika banyak pekerjaan yang akan dianalisis

Ø      Mengumpulkan Informasi Tentang Analisis Pekerjaan.
Analisator menganalisis pekerjaan secara actual dengan menghimpun data tentang aktivitas pekerjaan, perilaku pegawai, kondisi kerja dan syarat-syarat pegawai yang akan melaksanakan pekerjaan.

Ø      Meninjau Informasi dengan Pihak-Pihak yang Berkepentingan.
Analisator menyediakan informasi tentang hakikat dan fingsi pekerjaan. Informasi harus diverifikasi oleh pengawai yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut dan atasan langsung dari pegawai tersebut.

Ø    Menyusun Uraian Jabatan (Job Description), Spesifikasi Jabatan (Job Specification) dan Evaluasi Jabatan (Job Evaluation).
Analisator menyusun uaraian jabatan, spesifikasi jabatan dan evaluasi jabatan.

Ø      Meramalkan Perkembangan Perusahaan.
Analisator meramalkan perlu tidaknya dilakukan pegayaan, penyederhanaan/perluasan pekerjaan dari uraian dan spesifikasi jabatan yang telah dibuat.

UNTUK INFORMASI & KONSULTASI Job Analysis  hub. : HP. 08159767636

Jasa Konsultan CSMS , Contractor Safety Management System | Konsultan K3LL | Consultant HSE


Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja - K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya.  Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem K3 serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3L/ CSMS .  Dokumen CSMS ( Contractor Safety Management System ) merupakan dokumen inti yang ada dalam sistem HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 ) yang biasanya dalam dokumen CSMS/K3LL itu berisi beberapa pertanyaan yang harus di jawab dan disediakan dokumennya oleh perusahaan. Contoh beberapa pertanyaan-dalam dokumen CSMS / K3LL:

1.     Leadership, Kepemimpinan dan Kebijakan K3L
        Dalam point ini yang harus perusahaan siapkan adalah :
        a.     Kebijakan Mengenai K3L yang terdokumentasi dan di sahkan oleh manajemen
        b.     Bagaimana cara mensosialisasikan K3L
        c.     Pejabat yang ditunjuk dalam penerapan K3L
        d.     Penjelasan keterlibatan manajemen terkait penerapan K3L
2.     Organisasi
        a.     Struktur Organisasi K3
        b.     Ketersediaan JOBDESC dan tanggung jawab masing – masing personil
        c.     HSE personil yang berkometen memandu dalam program K3
3.     Identifikasi Bahaya
        a.     Ketersediaan JSA ( Job Safety  Analysis )
        b.     Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
4.     Planing & Program
        a.     Program HSE untuk pelaksanaan proyek ( biasanya diminta melampirkan HSE Plan )
5.     Kopetensi & Training ( Sertifikasi keahlian )
        a.     lampiran Training matrik ( training analisa )
        b.     Sertifikat pelatihan/ training terhadap pekerja yang diterjunkan dilapangan
6.     Operasional Kontrol
        a.     ketersediaan SOP dalam mendukung operasi/pekerjaan
7.     Pemantauan, Pemeriksaan & Pengukuran
        a.     Pemeriksaan lingkungan kerja ( metode dan bukti pelaksanaan )
        b.     Tindak lanjut temuan inspeksi
        c.     Inspeksi alat kerja
        d.     Sertifikasi Alat yang dimiliki ( jika ada )
8.     Alat Pelindung Diri
        a.     Daftar APD ( alat pelindung diri )
        b.     Prosedur pengendalian serta perawatan APD
        c.     Pemastian pemberian APD kepada karyawan dan pemastian
9.     Emergency Evakuasi
        a.     Ketersediaan Prosedur Emergency & evakuasi
        b.     pelatiahan mengenai Emergency & evakuasi
10.  Occupational Health
        a.     Pemeriksaan kesehatan awal & berkala
11. Enviroment
        a.     Ketersediaan Prosedur pengendali tumpahan minyak atau bahan kimia
        b.     Prosedur pengolahan limbah yang dihasilkan
        c.     penanganan limbah B3 seperti tumpahan minyak, oli bekas, dll ( jika ada )
12. Dokumentasi
        a.     data  statistik kecelakaan kerja ( biasanya diminta 3 tahun kebelakang)
        b.     Perhitungan jam kerja / total jam kerja
        c.     Perhitungan statistik, frekuensi dan severity kecelakaan kerja
13. Sertifikasi
        a.     sertifikat penghargaan mengenai pencapaian jam kerja aman
        b.     Sertifikasi sistem manajemen HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 )

UNTUK KONSULTASI  penyusunan dokumen CSMS / K3L Untuk kebutuhan Tender KAMI LAKUKAN hanya dalam waktu 3-4 hari selesai dengan biaya yang sangat terjangkau.
Hub.: YOYO SUBAGYO / Hp. 08159767636

Konsultan MANAJEMEN ASET Berpengalaman


MANAJEMEN ASET

Aset merupakan sebuah kekayaan yang berbentuk barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang tercakup dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Manajemen Aset sangat dibutuhkan oleh sebuah organisasi karena dengan adanya manajemen aset yang baik sebuah organisasi dapat memantau, menghitung aset-aset yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Manajemen aset tidak hanya untuk melihat asset mana saja yang dibeli dan berapa biayanya, asset mana yang digunakan dan bagaimana mereka dimanfaatkan, dimana ditempatkan, termasuk dalam biaya apa, tetapi juga membantu mencegah hilangnya atau pencurian dari asset tersebut agar dapat mengurangi biaya asuransi dan pembayaran pajak yang berlebih. Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset, serta pencatatan oleh bagian accounting. Anggapan yang kurang tepat lainnya adalah bahwa pengelolaan fisik aset sepenuhnya sudah diserahkan kepada Bagian umum, padahal manajemen aset ini manfaat dan peranannya cukup besar dan tidak kalah dengan manajemen SDM maupun manajemen keuangan.
Manajemen Aset merupakan proses pengelolaan aset mulai dari perencanaan - pengadaan - pengoperasian - pemeliharaan dan penghapusan yang terus menerus dimonitor sehingga prosesnya berjalan dengan baik dan strategis dalam mendukung tercapainya tujuan suatu organisasi. Manajemen aset sangat berperan penting dalam menjaga kestabilan kondisi perusahaan khususnya kondisi keuangan. Manajemen Aset bertujuan mengontrol biaya pemanfaatan ataupun penggunaan aset dalam kaitan mendukung operasionalisasi sebuah organisasi.
Jika Perusahaan Bapak / Ibu membutuhkan Jasa Konsultan untuk Manajemen Aset , Audit Aset, penilaian aset yang berpengalaman dan di dukung oleh tenaga-tenaga yang professional silahkan menghubungi kami di:
YOYO SUBAGYO / Hp. 08159767636

Manajemen Laboratorium - ISO 17025

Manajemen Laboratorium - ISO 17025

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di akhir milenium ke-2 ini membawa dampak terhadap tatanan kehidupan dunia pada awal milenium ke-3. Perubahan yang cepat dan mendasar terjadi dalam kehidupan di segala bidang yang menuntut kebebasan interaksi antar kehidupan di dunia tanpa mengenal batas negara. Hal ini meningkatkan persaingan di pasar internasional. Meningkatnya persaingan ini berpengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah satunya standard mutu laboratorium ISO 17025 :2005 . Tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan menuntut laboratorium penguji untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah.
Audit dan sertifikasi ISO 17025 :2005 pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2008 tetapi pada ISO 9001:2008 tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil uji atau kalibrasi yang absah dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan bahwa laboratorium tsb. mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium ISO 9001:2008. Fokus dari sistem ini adalah dengan memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium dalam OECD (Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium Practice) ISO 9001:2008 sebagai jaminan mutunya.
Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :
  • Sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
  • Kalibrasi dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
  • Sistem jaminan mutu yang sesuai
  • Teknik pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
  • Mampu telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional / internasional
  • Sistem dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
  • Sarana dan lingkungan kerja pengujian
Keuntungan dari penerapan sistem manajemen ISO 17025 :2005 adalah :
  • Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
  • Memudahkan penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil kalibrasi dan hasil uji antar negara
  • Memudahkan kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurny
Untuk KONSULTASI & TRAINING ISO bisa menghubungi:
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Training SOP




Standard Operating Procedure ( SOP ) merupakan langkah operasional untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat ,tepat dan efektif, SOP mengatur apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan secara disiplin diterapkan dalam rangka improvemen perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan pekerjaan. JIka Bapak/Ibu ingin mengetahui cara menyusun / membuat SOP , kami tawarkan program training SOP yang bisa dilaksanakan secara private ataupun In-House training.
Untuk Informasi Training SOP dan Konsultasi Penyusunan SOP hubungi :
Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

JASA KONSULTAN PENYUSUNAN SOP BERPENGALAMAN | Pengertian SOP

Tentang SOPSistem Operating Procedure

Pada saat ini masih banyak Perusahaan yang beroperasi tanpa didukung dengan sebuah sistem SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure / Prosedur perusahan. Mereka lebih banyak beroperasi berdasarkan kebiasaan apa yang sudah mereka jalankan bertahun-tahun dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan/ budaya perusahaan tersebut. Tidak hanya terbatas dengan perusahaan dengan skala kecil, perusahaan skala menengah dan besar pun masih ada yang belum memiliki System Operational yang baku dan dibakukan pula. Pada umumnya juga perusahaan dengan tipe seperti ini semua system yang ada dan berlaku disana ada dan dicatat dimasing-masing kepala para key person, dimana para key person mungkin sudah bekerja lama untuk perusahaan ini.

Hampir seluruh perusahaan menyadari arti penting dari standard operating procedure (SOP-prosedur). Secara umum fungsi SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan, bukan hanya sebagai alat control tapi juga sebagai alat untuk menjaga konsistensi dari kualitas output perusahaan. standard operating procedure (SOP -prosedur) harus mampu menjadi alur bagi jalanya perusahaan (how to do) dan bukan sebagai pengalang atau penghambat system manajemen perusahaan. Oleh karena itu design SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan tidak bisa sembarangan karena harus dilihat tingkat fleksibilitas dan control perusahaan. Untuk Konsultasi SOP atau sistem prosedur, Kami mendesing sop berdasakan kebutuhan dari perusahaan dan jenis perusahaan. oleh karena itu SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / SOP di masing-masing perusahaan akan sangat berbeda dan sangat tailor made. Pembuatan SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan di bidang usaha manufacture atau jasa akan berbeda bahkan SOPP di perusahaan dengan industry yang sama bisa saja memiliki SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan yang berbeda. Hal ini bisa dipengaruhi karena budaya kerja, system kerja, jumlah karyawan dan banyak factor lainnnya.

Umumnya perusahaan memiliki divisi untuk masing-masing SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan sebagai berikut :
  1. Departemen HRD & GA
  2. Departemen Finance & Accounting
  3. Departemen Marketing
  4. Departemen Purchasing (logistic)
  5. Departemen Produksi
  6. Departemen Operasional
Suatu perusahaan bisa saja memiliki SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan yang terlalu menggelembung dan banyak. Hal ini akan berakibat negative bagi perusahaan dan karyawan disebabkan besarnya SOP akan membengkaknya organisasi. Padahal dalam sisi lain perusahaan ingin adanya efisiensi dan efektivitas. Tidak berjalannya system SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan secara baik disebabkan beberapa hal, diantaranya:
  1. Tidak bagusnya konsultan atau perusahaan dalam mendesign dan mendefinisikan bisnis perusahaan
  2. Tidak memiliki pengalaman dalam mendesign SOP yang efisien dan efektif
  3. Tidak memahami bisnis proses departemen
  4. Tidak adanya komitmen untuk menciptakan struktur organisasi dan sop yang efisien dan efektif dari manajemen perusahaan, Dan masih banyak faktor lain.
Kami adalah perusahaan konsultan dan training manajemen. Berfokus pada perkembangan bisnis pelanggan, Kami memiliki beberapa divisi konsultasi dan training manajemen. 
Kami memiliki pengalaman untuk mendesign SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan mulai dari perusahaan manufacture, jasa, trading, engineering, retail dll dengan mengacu sistem standard internasioanl ISO 9001.
Jasa Pembuatan SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure perusahan kami mulai dari:
  1. sistem prosedur (SOP ) HRD
  2. sistem prosedur (SOP ) Akuntansi Finance
  3. sistem prosedur (SOP ) Operasional
  4. sistem prosedur (SOP ) Marketing dan Sales
  5. sistem prosedur (SOP ) General Affair (GA)
    Tautan
  6. sistem prosedur (SOP ) Produksi, dll
Hal-hal positif yang dapat dirasakan dengan sudah adanya SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure / procedure perusahan diantaranya :
  1. Adanya Standard dan prosedur yang Jelas, Perusahaan memiliki standard operasional yang baku. Dengan adanya prosedur yang jelas dan baku akan lebih lancar aktivitas karyawan semua bagian karena setiap karyawan menjalankan fungsinya masing-masing dan mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tanggungjawabnya.
  2. Dokumen yang digunakan sudah Standard, sehingga memudahkan setiap karyawan untuk mengingatnya. Terutama bila perusahaan tersebut besar dan memiliki banyak anak perusahaan kemungkinan seorang karyawan yang dimutasi akan mudah untuk beradaptasi.
  3. Memudahkan dalam mengontrol system ataupun mengetahui jika terjadi kebocoran di perusahaan ataupun untuk menganalisa titik lemah dari perusahaan untuk menjadi bahan koreksi kembali.
  4. Administrasi perusahaan yang lebih rapih.
  5. Langkah kedepannya akan mempermudah perusahaan dalam memperoleh ISO (International Organization for Standarization)
Sistem konsultasi SOP/ sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure kami beri maintenance sistem dimana perusahan akan kami dampingi hingga sistem SOP/ sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure yang kami design bisa diterapkan di perusahaan dan berjalan. Idealnya SOP / sistem Prosedur / Sistem Operating Procedure ditangani oleh suatu department sendiri yang khusus menangani masalah ini atau digabung dengan audit internal. Setidaknya jika perusahaan tidak memiliki department sendiri bisa dilakukan oleh tim SOP yang bertugas menjaga sistem ini bisa berjalan sesuai dengan hal jadi standard perusahaan.

TAHAPAN PEMBUATAN SOP

Ada beberapa tahap dimana perusahaan bisa membuat SOP. Ini adalah langkah-langkah sederhana yang bisa dijalankan:

  1. Pemetaan Bisnis Proses.
  2. Pemetaan ini dilakukan di tingkat department dan perusahaan sehingga akan memudahkan hubungan antar departemen dalam perusahaan maupun hubungan dalam department itu sendiri.
  3. Lakukan interview terhadap key person di departmen untuk mendapatkan informasi yang lengkap.
  4. Pembuatan Design SOP. Bisa dilakukan sendiri maupun dengan bantuan konsultan
  5. Implementasi SOP . SOP yang sudah dibuat diimplementasikan di masing-masing department kemudian diminta feed back untuk melihat efektivitas dari SOP yang dibuat.
  6. Review SOP. Hasil dari implementasi SOP kemudian di review ulang untuk mendapatkan SOP yang pas untuk perusahaan. Ingat masing-masing perusahaan pasti akan berbeda SOP nya meski dalam industri yang sama.
  7. Keberhasilan penerapan SOP sangat tergantung dari Komitment manajemen dan karyawan untuk menjalankan SOP yang sudah dibentuk. Tanpa komitment sia-sia saja Anda membuang waktu dan biaya dalam membuat SOP.


Jika perusahaan anda membutuhkan jasa Konsultan yang handal & berpengalaman untuk membuat SOP dengan biaya yang terjangkau hub :
Bp.Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636 , WA. : 0812 9311 1959

Konsultan Analisa Jabatan | PENTINGNYA ANALISIS JABATAN DALAM SISTEM MANAJEMEN KINERJA

PENTINGNYA ANALISIS JABATAN DALAM  SISTEM MANAJEMEN KINERJA

Mempunyai tenaga kerja Terampil, Profesional, berprestasi merupakan dambaan setiap perusahaan. Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM) sangat menentukan kinerja dan pengembangan perusahaan dimasa datang. Kesadaran akan arti penting kualitas dan produktivitas SDM akan mampu membawa perusahaan dalam persaingan usaha yang semakin ketat seperti sekarang ini. Oleh karnanya dibutuhkan suatu system Manajemen Kinerja yang mampu mendeteksi dan melihat kualitas dari para SDM yang dimiliki, sehingga dalam penempatan SDM pada suatu departemen / divisi itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . System Manajemen Kinerja dapat menjadi sumber untuk pengelolaan SDM di perusahaan dimana hasil yang akan didapat adalah bisa membantu perusahaan untuk merencanakan dan melaksanakan program – program lain dengan lebih tepat, cepat dan efektif.

Sumber daya yang terampil & kompeten yang dimiliki oleh suatu perusahaan merupakan kunci sukses daripada tumbuh kembangnya sebuah perusahaan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sistem yang baik sehingga tidak salah orang dalam memberikan wewenang & tanggung jawab atas suatu jabatan yang diembannya. Sebelum seseorang menduduki sebuah jabatan dan mampu melaksanakan tugas & fungsinya dengan baik diperlukan sistem yang mampu mengindentifikasi terhadap lingkup pekerjaan, apa saja yang harus dilakukan, bagaimana melakukan pekerjaan tersebut dan yang lebih penting menentukan/ memilih SDM yang layak menduduki jabatan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut suatu perusahaan haruslah memiliki standard-standard pekerjaan yang baku yang mampu mengindentifikasi kriteria ketrampilan, pendidikan, dan pengalaman yang dibutuhkan. Hal yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan/organisasi dalam mengindentifikasi atau mengetahui jenis pekerjaan, apa saja yang harus dikerjakan serta SDM yang seperti apa yang tepat melakukan pekerjaan itu dibutuhkan suatu analisis pekerjaan atau biasa disebut dengan ANALISA JABATAN. Analisa jabatan merupakan cara yang sistematis yang mampu mengindentifikasi serta menganalisa persyaratan apa saja yang diperlukan dalam sebuah pekerjaan serta personel yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan sehingga SDM yang dipilih mampu melaksanakan pekerjaan itu dengan baik. Dari hasil analsisa Jabatan tersebut maka perusahaan akan mampu menentukan karateristik seperti apa yang harus dimiliki calon pegawai sebelum menduduki sebuah jabatan, biasanya outputnya berupa spesifikasi jabatan dan deskripsi pekerjaan atau yang biasa disebut jobdesc. Dimana dalam jobdesc tersebut memuat tugas, fungsi, wewenang & tanggung jawab seorang pegawai. Sedangkan dalam spesifikasi jabatan memuat siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut serta apasaja persyaratan yang dibutuhkan terutama yang menyangkut masalah skill individu.

Untuk  Jasa Konsultan ANALISA JABATAN , dapat menghubungi :
Bp. Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Konsultan 5S / 5R

MANFAAT 5S / 5R
( SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE )

Salahsatu keberhasilan kinerja suatu perusahaan dinilai dari kondisi lingkungan ditempat kerja, perusahaan yang mempunyai kinerja yang buruk dapat dilihat dari situasi kerja yang tidak teratur, banyaknya barang riject arau rework, nilai absensi karyawan yang buruk dsb. Untuk menanggulangi hal tersebut supaya tidak terjadi di perusahaan adalah dengan cara menerapkan 5S / 5R, karna 5S / 5R merupakan sistem manajemen dalam memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di tempat kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. 5S / 5R merupakan indikator pertama untuk menilai baik dan buruknya kinerja sebuah  organisasi / perusahaan.

Pada prakteknya penerapan 5S / 5R tidaklah sulit, tetapi banyak perusahaan / organisasi yang gagal menerapkan 5S / 5R ini, banyak fungsional perusahaan bahkan pimpinan yang tidak memahami makna dan tujuan sesungguhnya dari 5R/5S ini, Mereka beranggapan bahwa 5R/5S menjadi tanggung jawab karyawan saja. Padahal keberhasilan penerapan 5R /5S berhubungan dengan seluruh sumber daya manusia dalam organisasi, dari pimpinan puncak hingga perkerja paling bawah. Sikap dan budaya kerja yang baik dan bertanggung jawab harus dicerminkan dari level paling atas hingga level bawah di perusahaan /organisasi. 5R/5S tidak akan pernah berhasil diterapkan jika pimpinan sendiri tidak memberikan contoh yang baik dan benar dalam penerapannya.

Apakah 5R/5S itu?
Dalam bahasa jepang berarti seiri, seiton,seisi, seiketsu, shisuke. Dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai 5S yang berarti Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. 5R/5S dirancang untuk menghindari pemborosan dengan mengutamakan perilaku positif dari setiap orang dalam perusahaan.

Seiri atau Ringkas
Berarti mengatur segala sesuatu, memilih sesuatu dengan aturan atau prinsip tertentu. Membedakan yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas dan menerapkan menejemen stratifikasi untuk membuang yang tidak diperlukan.
Seiton atau rapi
Berarti menyimpan barang pada tempat yang tepat dengan tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Hal ini berguna untuk menghilangkan proses pencarian yang rumit, jika sesuatu disimpan di tempatnya maka tempat akan kelihatan rapi dan memudahkan dalam setiap pencarian sesuatu.
Seiko atau Resik
Berarti membersihkan barang – barang dari kotoran atau tempat kerja dari barang- barang yang tidak diperlukan

Seiketsu atau Rawat
Berarti memelihara serta merawat barang-barang sehingga tahan lama dan awet untuk digunakan, jika kita bisa merawat dan memelihara barang-barang dengan baik maka jelas efisiensi perusahaan akan tercapai dan manfaatnya bisa dirasakan bersama.

Shisuke atau Rajin
Berarti pelatihan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar sebagai suatu kebiasaan.

Keuntungan penerapan 5R/5S :
  1. Menciptakan tempat kerja yang baik dengan prinsip Kaizen / Contiual Improvement ( berkesinambungan )
  2. 5R/5S sebagai barometer manajemen perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang
  3. Perusahaan sebagai alat penjualan: promosi bukan dengan kata-kata tetapi dengan bukti di lingkungan tempat kerja
  4. 5R/5S sebagai ilmu perilaku, perbuatan lebih menyakinkan daripada kata-kata
  5. Menggunakan pengalaman di perusahaan untuk membersihkan batin; mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi
  6. menggugah tanggung jawab setiap orang ditempat kerja
  7. 5R/5S sebagai falsafah manajemen
  8. 5R/5S sebagai sasaran utama produktifitas

Untuk Konsultasi & Pelatihan tentang 5S bisa hubungi:
Yoyo Subagyo / 08159767636